Login To Facebook
Δ Selamat Datang Di Otocomputer Δ

Rekayasa Bos Klep

Rekayasa Bos Klep Aman Sentosa
1964sudut-klep-endro-1.jpgMengganti klep diameter besar, berarti mengubah konstruksi bos klep. Sudut derajat atau kemiringan klep kudu disesuiken. Jarak kedua klep ini dibikin menjauh. Tujuannya, aman santosa saat menutup dan membuka. Pasti tidak akan bersinggungan. Itu intinya.

Di balap motor bebek, rumus demikian eces. Itu bukan pekerjaan sulit. Teknologi versi dewek dengan enteng merekayasanya pada kepala silinder. “Tiga tahun lalu, itu sulit. Saat ini, trik dan material bos klep telah mumpuni,” cerita Herman Lo alias Ahon, tunner 4-tak lulusan pertama era balap 4 siklus Indonesia. Ahon bermarkas di Depok, Jawa Barat.

Sesuai regulasi balap bebek yang dipatenkan dua tahun lalu, payung klep boleh 31 mm. Toh, mekanik lebih ceria pakai diameter 28 mm untuk masuk dan buang 24 mm. Itu berlaku pada mesin 110 cc dan 125 cc. Diameter itu dianggap pas dengan volumetrik bebek. Maksudnya, seimbang saat mengantar pembakaran setelah diasup dan dimuntahkan silinder.

Diameter klep masuk standar paling besar 26 mm dan buang 22 mm. Ini dimiliki Kawasaki. Entah Kawak yang mana? Pokoknya Kawak. Wartawan juga manusia, ada lupanya. Jadi maaf ya. Silakan cari sendiri. Lalu, laporkan ke wartawan yang menulisnya. He, he...

Selebihnya, di bawah angka itu atau lebih kecil. Jika klep isap 28 mm dan buang 24 mm, berarti membengkak 4 mm. Itu untuk Kawak lho. Bandingkan dengan yang lain, coy. Ini coy-nya Budi Anduk, coy. Tau kan orangnya? Anggap saja tahu semua deh.

Celah (jarak) perlintasan klep masuk dan buang rata-rata 2 mm. Itu yang standar. Jika mengganti klep lebih besar, mau harus wajib, posisi bos diubah. Bos asli dicabut paksa dari dudukannya. Ssst jangan asal paksa. Sssst lagi, ini bukan cerita cabut mencabut. Tapi, gambaran perkembangan anak cucu Ken Arok yang pandai besi. Lagian sudah pada tau. Kan tips-nya sering ditulis.

Singkatnya, bos standar diganti dan posisinya dibikin lebih miring. Lewat uji coba demi perkembangan, bos klep saat ini kuat. “Biasanya digeser 2 derajat sampai 3 derajat sesuai diameter klep. Angka 2 derajat itu mutlak untuk klep 28 mm,” kata Gandhoel Hartanto, mekanik dari Jogja. Beliau juga generasi perdanaa mengorek 4-tak sampai terbirit-birit.

Itu namanya riset. Bahasa kerennya research and development. Diteliti lantas dikembangkan dari waktu ke waktu. Akhirnya, ketemu! “Makanya lebih kuat dari aslinya. Kendati posisi dan bentuknya jauh berubah dari standar motor,” papar H. Uwok.

H. Uwok terkenal di jagad balap motor Indonesia. Dia peneliti ulung hal seperti itu. Dia tinggal di Bandung, Jabar. Sayang, dia belum dapat gelar profesor dari negara. Dia seorang peneliti alias periset. Hidup Pak Haji! “Hidup juga! Saya tetap akan meneliti semua yang biasa diteliti untuk balap motor!” seru Pak Haji.

Selamat berkarya.

LAS VS DRAT1965sudut-klep-aong.jpg

Sampai sekarang tetap ada yang diperkuat las. Menurut para ahli korek, pengelasan kurang bagus. Sebab, akan mengubah struktur bahan aluminium kepala silinder. Kendati telah memakai las argon. Sistem las dingin. Apalagi dengan las panas.

Cara pintar yang bukan orang pintar minum angin, seperti iklan, menggunakan drat alias ulir. Drat berlaku pada silinder dan bos. Katanya sih lebih kuat. “Kan keduanya saling mengikat. Materi silinder dan bos juga aman,” kata Hasyim, mekanik Suzuki AHRS.

Sistem drat juga presisi. Akurasinya lebih bagus dari las. “Jika memainkan las, kadang derajat bos meleset. Padahal, telah diukur presisi sebelumnya,” sambung Ahon yang sudah makan asam garam dengan bos-bosan ini.

KUNINGAN ALBRONCH


1966sudut-klep-dvd.jpgDulu, bos masih mengandalkan standar. Bos asli ini dianggap banyak kelemahan. Selain lubangnya kecil, kekuatannya tanggung. Bos cepat kalah. Setiap saat diganti.

Telah ditemukan bahan yang lebih alot. Materinya dari kuningan. Mekanik sering menyebutnya albronch. Yang menjualnya banyak. Tinggal tanya pada mekanik dan tim kuat balap motor, pasti dijawab ada. Sediakan duit. Bentuknya sudah jadi bos. Tinggal pake.

Kuningan bukan barang kuat. Tapi, gesekannya lebih minim. Batang klep lancar. “Kuningan tidak banyak terpengaruh panas. Tidak memuai atau mengecil oleh panas ruang bakar,” tambah Ahon.

Malah H. Uwok mulai meneliti tembaga. Katanya, friksi tembaga lebih singkat. Berarti lebih licin. “Bosnya pasti lebih awet dari kuningan,” yakin Pak Haji yang tetap berpenampilan anak muda itu.


Otomotif

  1. Bajaj Pulsar 180 Kampas Kopling Alternatif
  2. Balancing Roda Rata dan Imbang
  3. Dampak Pindah Gigi Kasar


  4. Injeksi Mbrebet Jangan Takut Angin Palsu
  5.  
  6. Karbu dan Kem Racing Perbesar Suplai Bensin
  7. Karbu Vakum Skubek Bore up Irit
  8. Karet Vakum Tentukan Akselerasi
  9. Kenali Ciri Asli Genuine Part
  10. Kenali Dua Penyakit Utama Karburator Vakum
  11.   
  12. Lampu Meredup
  13. Merawat mesin kendaraan bermotor
  14. Obeng Digital
  15. Paket Head YAMAHA Jupiter-Z Kompresi Tinggi
  16.  
  17. Pastikan Watt
  18. Perawatan Mika Lampu
  19. Perawatan Monosok Yamaha Scorpio
  20.  
  21. Rahasia Bahan Bakar Air
  22. Rekayasa Bos Klep
  23.  
  24. Stasioner Injeksi Langsam Kembali Normal
  25. Subtitusi Filter Oli Yamaha
  26. ,  
  27. Tips Agar Yamaha Scorpio Jadi Lebih Ganas
  28. Tips merawat dan memperindah cat motor kita
  29. Tips Merawat Velg
  30. Trik 6 Speed Honda Supra X 2002 (Jakarta)
  31.  
  32. Yamaha Scorpio Bore Up Sampai 275 cc

0 comments:

Poskan Komentar

Silahkan Komentar anda.Jangan spam ya...

"U Comment I Follow"

 
Template by: widodo dc © 2010